Rahmatan Lil 'alamiiin

DRUM DRYER

DRUM DRYER

Drum dryer umumnya terdiri dari satu atau dua silinder berongga yang dipasang horizontal yang terbuat dari besi cor bermutu tinggi atau stainless steel, bingkai penunjang, sistim aliran produk, dan scraper. Diameter drum berkisar khas dari 0.5 – 6 m dan panjang antara 1 – 6 m (sesuai skala produksi).

Dalam operasional pengering drum, keseimbangan harus dibentuk antara laju umpan, tekanan uap, kecepatan roll, dan ketebalan film/lapisa bahan. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan film/lapisan bahan yang seragam pada permukaan drum agar hasil yang dikeringkan bisa maksimal.

Sistim kerja

Uap sampai suhu 200oC akan memanaskan permukaan bagian dalam drum. Bahan/material yang seragam diletakan dalam lapisan tipis (0,5 – 2 mm) ke luar drum permukaan. Waktu tinggal produk pada drum berkisar antara beberapa detik sampai puluhan detik untuk mencapai kadar air akhir kurang dari 5%. Konsumsi energi dalam pengering drum berkisar antara 1,1 kg uap per kg air yang diuapkan dan 1,6 kg uap per kg air menguap, sesuai dengan efisiensi energi sekitar 60% – 90%.

Dalam kondisi ideal, kapasitas penguapan maksimum pengering drum dapat mencapai 80 kg H2O/hr m2. Pengering drum dapat menghasilkan produk pada tingkat antara 5 kg hr-1 m-2 dan 5 kg hr-1 m-2, tergantung pada jenis makanan, kadar air awal dan akhir, serta kondisi operasional lainnya.

Beberapa permasalahan yang timbul pada drum dryer yang mengakibatkan kinerja pengeringan tidak konsisten antara lain:

(1)  terjadi fluktuasi kadar air dan ketebalan bahan;

(2)  akumulasi noncondensable gas dalam tabung yang mempengaruhi keseragaman pengeringan; dan

(3)  suhu permukaan drum mungkin berbeda-beda sepanjang drum.

KLASIFIKASI DRUM DRYER

Ada dua macam drum dryer,

  1. Single Drum Dryer

Drum dryer ini mengubah cairan kental menjadi atau pasta menjadi bubuk, flakes, atau lembaran. Bahan yang akan dikeringkan biasanya dengan dipercikkan, dengan roll atau dicelup. Sering digunakan untuk pengeringan sereal, makanan bayi, pati pregelatinisasi, pulp buah-buahan, pasta dan sayuran. (gambar 1.1)

  1. Double Drum Dryer

Double drum dyer memiliki dua drum yang berputar terhadap satu sama lain pada bagian atas. Gap antara dua drum akan mengontrol ketebalan lapisan bahan yang diletakan pada permukaan drum. Sama seperti single drum dryer, double drum dryer juga sering digunakan untuk sayur dan buah-buahan. Misalnya pasta tomat.

(gambar 1.1)

Gambar 1.1. Single Drum Dryer dan Double Drum Dryer

  1. Twin Drum Dryer

Hampir sama dengan double drum dryer, twin drum dryer juga terdiri dari dua drum yang berputar saling berlawanan arah pada bagian atasnya. Untuk drum dryer jenis ini biasanya digunakan untuk menghasilkan bahan atau produk berupa butiran atau debu, misalnya susu bubuk, deterjen, spent yeast. (gambar 1.2)

Gambar 1.2. Twin Drum Dryer

  1. Vacuum Drum Dryer

Vacuum drum dryer prinsipnya sama dengan drum dryer, hanya saja drum tertutup dalam ruang kedap udara atau vakum. Drum dryer jenis ini digunakan untuk mengeringkan bahan yang sensitif terhadap panas dan bisa untuk proses yang membutuhkan kondisi steril. Misalnya, karbon aktif, aspirin, apple pomace, calcium alginate. (gambar 1.3)

Metode Feeding

Metode penyaluran bahan produk pada permukaan drum berbeda-beda, tergantung pada susunan drum, konsentrasi zat padat, viskositas, dan kemampuan membasahi pada bahan. Untuk skala industri, pengeringan drum menggunakan 5 metode penyaluran bahan
(feeding) yaitu, roll feed, nip feed, pencelupan, penyemprotan, dan percikan.

  1. Roll
  2. Nip feed: bahan yang akan dikeringkan dipompa langsung atau melalui pipa spray di celah antara dua drum.
  3. Pencelupan: bahan yang akan dikeringkan ditaruh dalam wadah di bawah drum dryer. Bahan ini nantinya terbawa seiring drum berputar
  4. Penyemprotan: bahan yang akan dikeringkan disemprotkan ke drum
  5. Percikan: bahan yang akan dikeringkan dipercikkan ke drum pengerin

Kelebihan drum dryer

Kelebihan atau keuntungan penggunaan drum dryer antara lain:

  1. Produk yang dihasilkan memiliki porositas yang baik sehingga sifat rehidrasi tinggi.
  2. Bisa digunakan untuk makanan kering yang sangat kental, seperti pasta dan pati gelatinized atau dimasak, yang tidak dapat mudah dikeringkan dengan metode lain.
  3. Efisiensi/hemat energi (penggunaan panas yang ekonomis) dan kecepatan yang tinggi.
  4. Produk/hasil yang diperoleh lebih bersih dan higienis.
  5. Mudah untuk mengoperasikan, memelihara dan murah.
  6. Fleksibel dan cocok untuk beberapa pengeringan tapi dalam jumlah kecil.
  7. Dapat memperbaiki daya cerna
  8. Mengawetkan bahan pangan, karena menggunakan suhu tinggi sehingga dapat membunuh mikroorganisme

Kelemahan drum dryer

Kelemahan atau kekurangan penggunaan drum dryer antara lain:

  1. Tidak cocok untuk produk yang tidak dapat membentuk film (lapisan tipis) yang bagus.
  2. Khusus produk yang mengandung kadar gula tinggi seperti tomat pure tidak mudah dipisahkan dari drum karena thermoplasticity dari suhu bahan.
  3. Throughput (kecepatan hasil pengeringan per satuan waktu) relatif rendah dibandingkan dengan spray drying.
  4. Biaya tinggi untuk perubahan permukaan drum karena presisi mesin sangat dibutuhkan.
  5. Kemungkinan panas produk dapat memberikan rasa ‘masak’ dan pudarnya warna karena kontak langsung dengan suhu tinggi di permukaan drum.
  6. Tidak dapat memproses bahan/material yang mengandung garam tinggi (asin) atau bersifat korosif karena berpotensi terjadi lubang pada permukaan drum.
  7. Luas kontak permukaan bahan dengan udara lebih rendah dibandingkan dengan jenis pengeringan lainnya seperti spray drying atau fluidized bed drying.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: